Limbah Kulit Buah Jadi Pengharum Ruangan

tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Mereka mengelola limbah kulit buah dalam pembuatan eco enzym, yakni larutan zat organik kompleks diproduksi dari hasil fermentasi limbah organik, yang kaya manfaat.

Tim PMK-K yang diketuai Eka Nurafina dan beranggotakan Alifia Hasna Azzah Fillah, Handini, dan Sekar Dian Pawestri serta dalam bimbingan Dr Ling Maria Ulfah, SSi MPd itu mengumpulkan sampah kulit buah dari sejumlah outlet jus buah di Kota Semarang.

‘’Sejauh ini, limbah kulit buah tersebut hanya dibuang dan belum dimanfaatkan. Pada sisi lain, limbah kulit buah yang terbuang tersebut, jika tidak dikelola dengan baik, maka semakin lama akan berdampak negatif bagi lingkungan,’’ tutur Eka Nurafina

Sementara, dosen pembimbing tim PKM-K UPGRIS, Dr Ling Maria Ulfah SSi MPd mengatakan, tim PKM-K Ecos Air yang menciptakan pengharum ruangan dari limbah kulit buah ini didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Mereka berhasil menciptakan inovasi terbaru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kemudian, produk air freshener ecos air ini juga dibuat dengan inovasi desain kemasan yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga layak jual. Selain, sebagai pengharum ruangan, ecos air memiliki keunggulan yang cukup banyak antara lain sebagai desinfektan dan pembersih barang-barang,’’ katanya.

Saat ini, produk tersebut sudah dipasarkan secara online seperti WhatsApp, Instagram, Shopee, dan Facebook. Dan jika pandemi sudah berakhir, ke depannya pemasaran produk ecos air ini akan diperluas promosi dan penjualannya agar dapat dikenal oleh masyarakat.

[learn_press_profile]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *